Selasa, 02 September 2014

"Hari yang Memalukan"



           Embun pagi telah membasahi halaman rumahku. Aku pun segera beranjak dari tempat tidurku dan menghampiri halaman rumahku. Untuk beberapa menit aku bisa merasakan udara yang segar. Aku bersyukur ya Allah masih bisa menghirup udara yang segar ini. Sejenak aku merenungkan kesalahan-kesalahn yang terjadi selama hidupku dan berharap semoga hari ini lebih baik dari hari sebelumnya.
* * *
Hari ini hari yang sangat menyenangkan bagiku karena, semuanya dimulai dengan senyuman, keramahan hati, dan kasih sayang keluargaku. Namaku Risa Dwi Putri. Aku mempunyai adik bernama Putri Safitri. Kebetulan kami satu sekolah di SMK Negeri 1 Riau. Sekolah favoritku pastinya. Jam sudah menunjukkan pukul 06:30 kami pun bergegas berangkat ke sekolah.
* * *
Dari jauh kami sudah mendengar bel berbunyi. Kami berlari sekuat tenaga untuk mencapai gerbang, tetapi gerbang sudah ditutup. Kami berusaha membujuk pak satpam untuk membukakan gerbang, tetapi tetap saja tak mau. Untung saja ada kak Reno yang membantu kami. Ia mengizinkan kami masuk. Kak Reno adalah kakak kelasku dan ia anak yang mempunyai sekolah ini. Baru saja ingin mengucapkan terima kasih kakaknya sudah pergi. Baiklah nanti saja jika aku bertemu dengannya aku akan mengucapkan terima kasih.
            Aku pun tiba di kelas dan langsung bercerita kepada sahabatku mengenai apa yang aku alami. Ternyata kami belum masuk hanya saja gerbang sudah ditutup.
“Ana, Helni kalian tahu tidak?” tanya aku.
“Tahu apa Ris”
“Tadi sewaktu gerbang ditutup pak satpam tidak mengizinkanku masuk, tetapi datang kak Reno yang mengizinkanku masuk,” jawab aku.
“Kenapa bisa Ris?” tanya sahabat Risa.
“Aku juga tidak tahu, tetapi yang aku tahu kak Reno sangat baik,” ujar aku sambil tersenyum.
            Bel masuk berbunyi kami pun bersiap-siap untuk belajar. Aku pun mempersiapkan buku dan alat tulis yang digunakan. Ibu Saripah sudah datang untuk mengajarkan kami. Proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Siswa sangat aktif bertanya dan guru hanya membimbing. Bel istirahat berbunyi.
“Kring kring kring kring”
“Ris, kita mau kemana?” ujar Helni.
“Aku ingin ke perpustakaan,” jawabku.
“Baiklah.”
            Sesampainya di perpustakaan yang terlintas dipikiranku hanya kejadian yang tadi aku alami. Aku terus berpikir sampai aku lupa membuka sepatu dan masuk ke perpustakaan menggunakan sepatu.
“Aduh” ujarku. 
Aku menabrak tembok dan semua orang yang ada di perpustakaan menertawakanku bahkan guru dan sahabatku ikut tertawa. Tak habis sampai disitu. Tiba-tiba salah satu guru masuk ke perpustakaan dan melihat perpustakaan tersebut kotor. Aku pun pura-pura tidak tahu karena, sudah pasti aku yang membuat perpustakaan ini kotor. Aku langsung membersihkan pasir-pasir yang berada didekatku. Alhamdulillah guru itu hanya menyuruh siswa untuk membersihkannya.
 Aku ingin keluar perpustakaan itu secepatnya karena, jika aku semakin lama disana banyak masalah yang terjadi. Baru saja ingin keluar dari perpustakaan salah satu guru menghentikanku dan langsung melihat dari atas sampai bawah penampilanku. Takut yang aku rasakan waktu itu. Guru itu pun langsung memarahiku karena, aku memakai sepatu ke sekolah maaf bukan ke sekolah, tetapi ke perpustakaan. Semua siswa yang ada di perpustakaan tertawa sepuas-puasnya. Aku benar-benar malu dan tak tahu harus bicara apalagi.
* * *
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar